Madiun (Kemenhaj) — Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Madiun dalam persiapan Expo UMKM Haji dan Umrah 2026 yang akan digelar pada 25–27 September 2026. Koordinasi dilakukan melalui audiensi di Kota Madiun, Kamis (13/8/2026).
Direktur Jenderal PE2HU Jaenal Effendi mengatakan, Expo UMKM Haji dan Umrah merupakan bagian dari upaya memperluas keterlibatan pelaku usaha dalam ekosistem ekonomi haji dan umrah. Kegiatan ini juga menjadi salah satu implementasi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Ibadah Haji dan Umrah, khususnya dalam mewujudkan ekosistem ekonomi haji dan umrah.
“Expo ini kami dorong untuk membuka akses yang lebih luas bagi UMKM lokal agar dapat masuk ke dalam ekosistem ekonomi haji dan umrah. Dengan begitu, produk UMKM dapat mengambil peran dalam memenuhi kebutuhan jemaah sekaligus memperluas pasar produk dalam negeri,” ujar Jaenal.
Menurut Jaenal, potensi ekonomi sektor haji dan umrah sangat besar. Perputaran ekonomi sektor ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp80 triliun setiap tahun. Potensi tersebut perlu dioptimalkan dengan memperluas keterlibatan pelaku usaha dalam negeri, termasuk UMKM daerah.
Salah satu strategi yang didorong adalah “Bagasi Ringan”, yakni mendorong jemaah haji dan umrah membeli oleh-oleh serta perlengkapan ibadah di dalam negeri sebelum berangkat ke Tanah Suci. Strategi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus memperluas peluang produk UMKM masuk ke dalam rantai kebutuhan jemaah.
Expo juga akan dirangkaikan dengan Kick Off Manasik Haji Akbar. Melalui kegiatan tersebut, calon jemaah tidak hanya memperoleh pembekalan mengenai pelaksanaan ibadah haji, tetapi juga dapat mengenal dan mengakses berbagai produk kebutuhan haji dan umrah dari pelaku usaha dalam negeri.
Produk yang ditampilkan antara lain perlengkapan ibadah seperti koper, kain ihram, dan mukena, serta makanan, minuman khas daerah, dan oleh-oleh haji.
Expo diproyeksikan melibatkan sekitar 400 tenant UMKM dari berbagai daerah di Jawa Timur dan wilayah lainnya. Sementara Kick Off Manasik Haji Akbar ditargetkan diikuti sekitar 20.000 calon jemaah dari berbagai daerah.
Kota Madiun dipilih sebagai lokasi expo karena memiliki posisi strategis sebagai kota perdagangan dan jasa serta didukung pertumbuhan ekonomi yang positif. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Kota Madiun tercatat sebesar 5,69 persen secara tahunan. UMKM juga menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah, dengan kontribusi sekitar 15 persen terhadap PDRB pada periode 2021–2025.
Jaenal menilai dukungan pemerintah daerah menjadi faktor penting agar pelaksanaan expo dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi UMKM dan masyarakat.
“Kami ingin Expo UMKM Haji dan Umrah ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha. Dengan dukungan Pemerintah Kota Madiun, kami berharap UMKM lokal memperoleh akses pasar yang lebih luas dan bersama-sama membangun ekosistem ekonomi haji dan umrah yang kuat dan berkelanjutan,” katanya.
Melalui Expo UMKM Haji dan Umrah 2026, Ditjen PE2HU berharap potensi UMKM daerah semakin terhubung dengan ekosistem ekonomi haji dan umrah nasional. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah, memperluas pasar produk dalam negeri, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi umat.
Kontributor: Nia Azzuni

