Jakarta (Kemenhaj) — Kemenhaj menerima kunjungan dari Mohammed Enamul Haque Chowdhury selaku Penasihat Bangladesh Nationalist Party, Kamis (7/5/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk mempelajari tata kelola penyelenggaraan ibadah haji Indonesia, terutama dalam penguatan layanan jemaah yang dinilai semakin tertata, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan jemaah.
Dalam pertemuan tersebut, delegasi Bangladesh menyampaikan apresiasi atas transformasi layanan haji Indonesia setelah dibentuknya Kemenhaj sebagai kementerian khusus yang menangani urusan haji dan umrah secara lebih terintegrasi. Menurut mereka, langkah tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah Indonesia dalam menghadirkan pelayanan haji yang lebih fokus, terukur, dan responsif.
Delegasi Bangladesh juga menilai kebijakan Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam membentuk Kemenhaj merupakan langkah visioner untuk memastikan jemaah haji mendapatkan layanan yang semakin baik sejak dari Tanah Air hingga berada di Tanah Suci.
“Kami kagum terhadap layanan Haji Indonesia yang terus memperkuat sistem pelayanan yang tertata, profesional,dan berpihak pada kepentingan jemaah” ujar Penasihat BNP, Mohammed Enamul Haque Chowdhury.
Selain aspek kelembagaan, delegasi Bangladesh turut menyoroti peningkatan kualitas layanan di berbagai sektor, mulai dari pelayanan embarkasi, akomodasi, transportasi, bimbingan ibadah, hingga perlindungan jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Seluruh layanan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan penyelenggaraan haji yang aman, nyaman, dan bermartabat.
Menurut Dahnil, delegasi Bangladesh juga mengapresiasi upaya Indonesia dalam meningkatkan standar layanan jemaah, namun tetap menjaga efisiensi biaya penyelenggaraan. Hal ini dinilai sebagai capaian penting karena peningkatan kualitas layanan dapat berjalan seiring dengan pengelolaan biaya yang lebih efektif.
“Mereka terkesan karena Indonesia mampu meningkatkan kualitas layanan haji, tetapi pada saat yang sama biaya penyelenggaraan dapat dikelola lebih efisien sehingga lebih ringan bagi masyarakat,” Ujar Wamenhaj, Dahnil Anzar Simanjuntak.
Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi. Kemenhaj menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan haji Indonesia agar semakin adaptif, responsif, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan jemaah.

