Jakarta (Kemenhaj) – Sebanyak 477 pegawai mutasi mengikuti pembekalan dalam agenda Entry Program Batch 2 yang diselenggarakan oleh Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia (OSDM) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI. Mereka akan mengisi berbagai unit kerja Kemenhaj, baik di tingkat pusat, asrama haji, kantor wilayah, maupun kantor kabupaten/kota.
Sekretaris Jenderal Kemenhaj Teguh Dwi Nugroho menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi kunci dalam membangun kementerian yang profesional dan berorientasi pada pelayanan jemaah.
Aparatur yang bergabung dari berbagai instansi ini diharapkan mampu membawa semangat baru dalam memperkuat tata kelola penyelenggaraan haji dan umrah.
“Kekuatan sesungguhnya terletak pada kualitas manusianya, yaitu aparatur yang memiliki kompetensi, integritas, semangat kolaborasi, dan komitmen untuk melayani,” ujar Teguh dalam agenda pembukaan Entry Program Batch 2 bagi pegawai mutasi dari kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, di Asrama Haji Kelas I Jakarta, Senin (26/10/2026).
Menurut Teguh, membangun kementerian yang kuat tidak cukup hanya dengan menyiapkan regulasi dan struktur organisasi. Dibutuhkan aparatur yang memahami tanggung jawab, mampu bekerja lintas unit, serta memiliki komitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.
Teguh menjelaskan, Entry Program menjadi langkah awal untuk menyatukan pemahaman pegawai terhadap visi, misi, tugas, fungsi, serta arah kebijakan strategis kementerian. Program ini juga dirancang untuk mempercepat adaptasi sekaligus membangun budaya kerja yang produktif dan kolaboratif.
“Kami berharap seluruh pegawai baru dapat segera beradaptasi, memahami tanggung jawabnya, membangun budaya kerja yang produktif, dan menunjukkan kinerja terbaik bagi kementerian,” katanya.
Dalam kegiatan yang berlangsung pada 25–28 Oktober 2026 tersebut, peserta dibekali berbagai materi, mulai dari kebijakan strategis kementerian, manajemen ASN, tata kelola pemerintahan, penguatan integritas, hingga transformasi digital dan inovasi pelayanan publik.
Peserta juga akan memperoleh pemahaman mengenai ekosistem penyelenggaraan haji dan umrah, termasuk tantangan pelayanan jemaah yang membutuhkan koordinasi dan kolaborasi antarsatuan kerja.
Lebih lanjut, Teguh menegaskan bahwa pengembangan kompetensi aparatur tidak berhenti pada kegiatan orientasi. Kemenhaj berkomitmen membangun sistem pengembangan SDM yang berkelanjutan dan selaras dengan kebutuhan organisasi.
“Kami juga berkomitmen untuk memperkuat tata kelola pengembangan sumber daya manusia yang terencana, terukur, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Melalui Entry Program Batch II, Kemenhaj berharap para pegawai dapat segera menyelaraskan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki dengan kebutuhan organisasi.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun birokrasi yang solid, adaptif, dan berintegritas demi memastikan setiap kebijakan dan program kementerian bermuara pada peningkatan kualitas pelayanan bagi jemaah haji dan umrah Indonesia.
Kontributor: Alpan Hidayat P

